Diganjar Kartu Merah, Gelandang Persib Minta Maaf

Judi Bola Sbobet VIVA.co.id – Tak ada kata lain selain maaf yang terucap dari Hariono setelah diusir wasit Handri Kristanto saat Persib Bandung menghadapi Mitra Kukar di leg kedua semifinal Piala Presiden 2015 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu, 10 Oktober 2015. Hariono menyadari tindakannya menjegal Carlos Raul Sciucatti yang berujung kartu kuning kedua sangat berisiko dan mengubah keadaan saat Maung Bandung dalam posisi unggul 3-1. Akibatnya, Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman harus mengubah strategi permainan di lapangan karena kalah jumlah pemain. Pemain yang dikenal lugas saat ikut mengawal pertahanan dan sigap ketika membantu mengalirkan bola ke depan itu, mengakui jika kartu kuning yang diterimanya tersebut cukup layak. Tapi dia memastikan tindakannya tersebut tak disengaja, lebih kepada refleks untuk mencegah lawan mendekati area pertahanan. “Sedih dan menyesal karena harus dapat kartu merah. Tapi saya merasa lega dan bahagia karena Persib bisa menang sekaligus lolos ke final,” ujar Hariono yang sesaat setelah dikartu merah memegang kedua tangannya ke arah bobotoh sebagai tanda permintaan maaf. Beruntung bagi Hariono karena aturan pemutihan dia dipastikan masih tetap bisa tampil di laga final Piala Presiden 2015 yang rencananya akan dilaksanakan Minggu, 18 Oktober 2015. “Mudah-mudahan saja kembali diberi kepercayaan karena di final nanti katanya ada pemutihan,” ujarnyaa berharap. Persib seperti diketahui lolos ke final setelah unggul agregat 3-2 atas Mitra Kukar. Lawan Maung Bandung di partai final akan ditentukan saat Sriwijaya FC dan Arema Cronus terlibat dalam bentrok di leg kedua semifinal di Stadion Manahan, Solo, Minggu, 11 Oktober 2015. (mus)

Sumber: VivaNews